Selasa, 01 November 2011

Kadang kita tak tau

Seperti hari-hari biasa kami tertawa bersama-sama. Bercanda dan berbagi cerita. Tak jarang juga menjadikan salah seorang diantara kami sebagai bahan tertawaan. Awalnya biasa-biasa saja, sampai salah seorang diantara kami (sebut saja ukhti A) terlihat marah, menangis dan langsung pergi meninggalkan kami... Salah seorang teman yang lain berkata "ada apa sih, gitu doang marah, , ," . .  tanpa menghiraukan reaksi si ukhti A, cerita yang tertunda kembali dilanjutkan, diiringi lagi dengan tawaan dan candaan....

Perasaanku tidak enak, tidak biasanya si ukhti A seperti ini, aku langsung menyusul si ukhti A, ketika kudapati dia sedang menangis tersedu disudut kelas, , Aku mendekatinya perlahan. Menanyakan apa yang membuatnya marah dan menangis. . .

Sungguh teman,, aku tak menyangka apa yang sedang dia alami . .

Sambil berurai air mata dia menceritakan bahwa semalam ayahnya masuk rumah sakit dan keadaannya saat ini masih kritis, . . . dari tadi dia berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya dari kami semua agar kami tidak ikut merasakan kesedihan yang dia rasakan, namun candaan dari salah seorang teman yang menjadikan dia sebagai bahan tertawaan ternyata membuat dia yang sedang sensi mejadi iba hati. . .

aku langsung minta maaf, aku menyesal tadi ikut menertawakan dirinya... 

Karena itu teman,,kadang kita tak tau apa yang terjadi dibalik senyum lembut saudara kita, kadang kita tak tau ada cerita yang membuat hati kita ikut menangis dibalik sapanya  yang manis....
Hmmm,,karena itu juga Rasulullah melarang kita bercanda yang berlebihan apalagi sampai menjadikan kekurangan dari orang lain sebagai bahan tertawaan...

"Bercandalah sekedarnya dan jangan berlebihan dan jangan menjadikan kekurangan saudaramu sebagai bahan tertawaan"

1 komentar: