“Huft,,Jarak antara Otista dan Salemba itu jauh juga ya”. Kata itu seringkali terucap ketika aku belum memaknai hikmah yang terbentang sepanjang Otista-Salemba. Sebenarnya jarak antara Otista dan Salemba itu tidak jauh juga, namun dengan kondisi disini yang sering macet membuat perjalanan yang harusnya bisa ditempuh selama 15 menit bisa jadi ditempuh selama 30 menit atau lebih.
Aku tinggal di Asrama Wisma Rini yang terletak di Otista. Asrama ini adalah tempat tinggal pertama dan utama yang ditawarkan oleh kakak kelasku begitu aku di terima di FKUI.
“Memang ada sih tempat tinggal yang dekat dengan kampus, tapi susah nyari yang murah dan nyaman,” begitulah jawaban yang sering diungkapkan oleh para penghuni wisma rini.
Ketika jadi maba, aku sih merasa tidak masalah harus menempuh perjalanan yang menurutku cukup lama itu (maklum, biasanya pas SMA kalau mau sekolah tinggal melangkahkan kaki langsung sampai). Namun, ketika aktivitas kuliah mulai padat dan karena kesibukan organisasi, aku merasa kewalahan juga harus bolak balik wisma rini.. Apalagi kalau ada rapat sampai menjelang maghrib. Tapi,kalau mau pindah, aku juga sudah terlalu jatuh cinta dengan kamarku dan lingkungan diasrama tersebut. . . .
Hhhhhhmmmm,, aku menghela napas panjang mencoba merenungkan sejenak tentang apa yang ku keluhkan , , ,
Kalimat pertama yang keluar dari benakku : “Tak mungkin Allah menyia-nyiakan hambaNya, pasti Allah menginginkan yang terbaik untuk hambaNya, apalagi untuk orang-orang yang menuntut ilmu sepertiku”
Esoknya ketika berangkat kuliah, sambil menikmati perjalanan menuju kampus aku mulai memikirkan hikmah yang dapat ku petik sepanjang Otista-Salemba
Pertama, Asramaku itu dekat dengan mesjid, hmm, mungkin inilah salah satu alasan utama Allah menunjukkan kepadaku tempat ini, Yaa karena Dia ingin aku sering mengunjungi rumahNya. terima kasih ya Allah, begitu besar cintaMu kepadaku.
Selanjutnya, sepanjang Otista-Salemba aku bisa memperbaharui niatku untuk belajar dan menuntut ilmu karena Allah SWT, sehingga kelak ilmu yang aku dapatkan bisa bermanfaat untuk banyak orang.
“Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niat dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. Barang siapa menuju Allah dan RasulNya, ia akan sampai kepada Allah dan rasulNya. Barangsiapa yang hijrahnya menuju dunia yang akan diperolehnya , ia akan mendapat apa yang dituju”(Muttafaq ‘alaih, dari Umar Ra)
Sepanjang Otista-Salemba, aku bisa mengingat dan berzikir kepada-Nya. Bukankah hanya dengan mngingat Allah hati ini akan merasa tenang???
Masih sepanjang Otista-Salemba, aku bisa memanfaatkan waktu untuk mengulang pelajaran ataupun membaca Al-Qur’an..
Ya, tidak kuduga begitu banyak hikmah yang bisa kupetik sepanjang Otista-Salemba.
“Kadang sedih mendera...
bukan artinya Allah tidaksayang pada kita.
Dia sangat rindu pada Hamba-hambaNya
untuk mendekat kepadaNya,
untuk bersimpuh didepanNya,
untuk kmbali kepada cintaNya.”(Martina Rahmi)
Karena kau tak akan menyia-nyiakan hambaMu. Terimakasih dan kubersyukur pada-MU, Sekarang aku semakin tau Betapa Kau mencintaiku wahai Rabbku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar