5. #Tokoh
Kartun Favorit
La La La aku
sayang sekali Doraemon…
Sore ini Nobita
babak belur lagi dipukuli oleh Giant. Giant sangat marah karena kemaren Nobita
tidak menghadiri konsernya di lapangan belakang Sekolah. Seperti biasa, Nobita hanya mampu menangis dan
pasrah sambil berteriak, “Doraeemoon tolong aku!”
Sesampainya di
rumah, Nobita langsung naik ke kamarnya dan mencari Doraemon dengan harapan
Doraemon akan mengeluarkan alat dari kantong ajaibnya. Tapi sesampainya di
kamar, Nobita tidak menemukan Doraemon. “Ah, mungkin Doraemon sedang pergi
bersama Michan” , pikirnya. Nobita akhirnya menunggu sambil tidur siang.
Ketika Nobita
mencoba untuk tidur, samar-samar dia mendengar tangisan seorang wanita. Oh,
ternyata itu suara ibunya Nobita. Nobita yang akhirnya menyadari ibunya
menangis langsung turun ke bawah, berlari menemui ibunya.
“Ibuuu, kenapa
ibu menangis?” tanya Nobita. Ibu Nobita kemudian memberikan sebuah baut dan
surat kepada Nobita.
Perlahan Nobita
membuka surat tersebut. Ternyata suratnya dari Doraemon. Jantungnya mulai
berdegup kencang. Meskipun tidak tau isi suratnya apa, matanya mulai berkaca-kaca. Sambil terisak dia membaca sepucuk
surat yang ditinggalkan Doraemon.
"No-bi-taaa aku
minta maaf. Aku lupa memberi tahu kalau mesin ku akan mati pagi ini. Setelah
itu aku hanya akan menjadi barang rongsokan. Aku tidak akan bisa lagi
membantumu Nobita. Aku tahu kamu pasti sedih. Tapi aku tidak bisa berbuat
apa-apa.
No-bi-taa, aku
meninggalkan satu bautku sebagai kenang-kenangan. Meskipun aku sudah pergi,
jangan lupakan aku ya Nobita. Kamu harus bisa menyelesaikan PR mu sendiri,
menghadapi Giant sendiri, dan melakukan semuanya dengan kemampuanmu tanpa
alat-alat dari ku lagi. Meskipun aku sedih berpisah dengan mu, tapi aku juga
senang akhirnya kamu tidak bergantung lagi pada alatku.
Rajin-rajin
belajar ya Nobita. Jangan kebanyakan tidur siang. Aku tau sebenarnya kamu bisa.
Hanya saja selama ini kamu terlalu malas. Jadilah orang yang jenius dan bisa diandalkan.
Maafkan aku Nobita, aku sangat menyayangimu.."
Salam sayang
Doraemon
Bersambung. . . .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar