Sabtu, 03 Agustus 2013

Air Mata Langit

3 #Langit

 Langit adalah manusia yang sangat istimewa. Sejak lahir dia diberi kekuatan luar biasa yang tidak dimiliki oleh manusia lain. Kekuatannya berbeda dengan superhero-superhero yang selama ini kita lihat di tv. Dia tidak seperti superman yang bisa terbang ke angkasa ataupun seperti spiderman yang bisa loncat sana sini.

Penasaran dengan kekuatan luar biasa Langit??

Kekuatan luar biasanya adalah dia mampu melihat seluruh dunia dengan kedua matanya dalam sekejap. Belahan dunia manapun tak ada yang luput dari penglihatan Langit. Mood Langit juga bisa mempengaruhi dunia. Oleh karena itu, langit selalu berusaha ceria dan jarang memperlihatkan kesedihannya.

Itulah langit yang selama ini dikenal oleh teman-temannya. Langit dengan kekuatan super dan selalu riang gembira.  

Tapi memasuki usianya yang ke delapan puluh, Langit sering terlihat murung dan menitikkan air mata. Langit tahu kalau apa yang dia lakukan ini telah membuat seluruh dunia ikut berduka. Tapi apa daya, Langit sudah tak mampu lagi membendung air matanya. Kesedihan-kesedihan yang selama ini dia simpan sendiri sudah menggunung tinggi, sampai-sampai dia tak mampu lagi menutupinya.

Kenapa langit begitu sedih? Siapa yang tega membuat Langit kami menangis? Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang terus dilontarkan oleh sahabat-sahabat baik Langit. Namun, Langit tidak bisa menjawab mereka. Langit hanya membalas pertanyaan mereka dengan seulas senyum dan kembali mengunci diri dikamarnya.

Setelah kembali masuk ke kamar, Langit mengambil diarynya dan mulai menulis..

“Bagaimana aku tidak sedih teman, dengan kekuatanku yang luar biasa ini, aku bisa melihat seluruh dunia dengan jelas. Dulu aku masih bisa menahan air mataku karena dunia masih dipenuhi oleh tawa, cinta dan kasih sayang.

Tapi sekarang, aku sudah tak sanggup lagi melihat dunia ini teman.
Dunia yang dulunya dipenuhi tawa sekarang berganti dengan tangisan. Cinta dan persaudaraan berubah jadi pertumpahan darah dan pembantaian.
Di belahan dunia manapun manusia lebih menghamba pada nafsunya dari pada tuhannya.
Materi lebih berharga daripada harga diri.
Tak ada lagi yang peduli dengan jeritan orang-orang lemah. Mereka ditindas demi harta dan kekuasaan. Anak-anak meraung, menagis…
Sudahlah,,,,
Aku tak sanggup lagi menceritakan semuanya.

Terlalu banyak nista yang telah membuat sebagian dunia ini gelap dan menyedihkan.

Andai aku bisa memilih, aku akan meminta penglihatanku ini diambil. Sehingga aku tak perlu lagi melihat kegelapan yang terus menghantui hari-hari ku.


Di usiaku yang semakin menua, aku hanya mampu meratapi kesedihan ini. Aku tidak bisa melakukan apa-apa selain mendoakan agar dunia ini kembali putih, tak ada lagi kegelapan,hitam yang menyelimuti. Semoga kedamaian, cinta dan kasih sayang bisa hidup kembali dari aliran air mataku yang jatuh membasahi bumi"


1 komentar: