Dari tadi hujannya gak berhenti juga,, Takuuut,, Tapi harus tetap bersyukur karena hujankan juga salah satu bentuk rahmat yang diberikan oleh Tuhan..
Saat hujan seperti ini aku jadi teringat akan sahabat yang nun jauh disana. Suatu hari (bebarapa tahun yang lalu) ketika kami sedang shalat ashar di masjid MU (Misbahul ‘Ulum) tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Seakan tak mau kalah, petirpun juga silih berganti menyambar. Seusai shalat, membaca Qur’an dan berdo’a, aku hanya duduk termangu menatap fenomena alam yang satu ini, tiba-tiba dengan lembut sahabatku memegang pundakku sambil berkata “Eli, ayo kita berdo’a bersama-sama, bukankah ketika hujan lebat seperti ini termasuk waktu yang mujarat untuk berdo’a?” Aku pun tersentak dan berhenti dari tafakur ‘alam sejenak. Kamipun berdo’a bersama-sama dengan khusyuk, tak lupa aku juga mendoakan sahabatku tadi yang sudah mengingatkan.
“Sahabatku, sungguh aku mencintaimu karena Allah, semoga Allah selalu melimpahkan rahmatnya untukmu.”
Hmmm.. sekarang mungkin kau tidak lagi disini, tapi memori yang telah terukir bersamamu,membuatku selalu merasakan hadirmu wahai sahabatku..
Jumat, 28 Oktober 2011
Sabtu, 22 Oktober 2011
taylor swift (Mean)
You, with your words like knives and swords and weapons that you use against me
You have knocked me off my feet again got me feeling like I'm nothing
You, with your voice like nails on a chalkboard, calling me out when I'm wounded
You, pickin' on the weaker man
Well, you can take me down with just one single blow
But you don't know what you don't know
Someday I'll be living in a big old city
And all you're ever gonna be is mean
Someday I'll be big enough so you can't hit me
And all you're ever gonna be is mean
Why you gotta be so mean?
You, with your switching sides and your walk-by lies and your humiliation
You, have pointed out my flaws again as if I don't already see them
I'll walk with my head down trying to block you out 'cause I'll never impress you
I just wanna feel okay again
I'll bet you got pushed around, somebody made you cold
But the cycle ends right now 'cause you can't lead me down that road
And you don't know what you don't know
Someday I'll be living in a big old city
And all you're ever gonna be is mean
Someday I'll be big enough so you can't hit me
And all you're ever gonna be is mean
Why you gotta be so mean?
And I can see you years from now in a bar, talking over a football game
With that same big loud opinion but nobody's listening
Washed up and ranting about the same old bitter things
Drunk and grumbling on about how I can't sing
But all you are is mean
All you are is mean and a liar and pathetic and alone in life
And mean, and mean, and mean, and mean
But someday I'll be living in a big old city
And all you're ever gonna be is mean, yeah
Someday, I'll be big enough so you can't hit me
And all you're ever gonna be is mean
Why you gotta be so mean?
Someday, I'll be, living in a big old city
(Why you gotta be so mean?)
And all you're ever gonna be is mean
(Why you gotta be so mean?)
Someday, I'll be big enough so you can't hit me
(Why you gotta be so mean?)
And all you're ever gonna be is mean
Why you gotta be so mean?
You have knocked me off my feet again got me feeling like I'm nothing
You, with your voice like nails on a chalkboard, calling me out when I'm wounded
You, pickin' on the weaker man
Well, you can take me down with just one single blow
But you don't know what you don't know
Someday I'll be living in a big old city
And all you're ever gonna be is mean
Someday I'll be big enough so you can't hit me
And all you're ever gonna be is mean
Why you gotta be so mean?
You, with your switching sides and your walk-by lies and your humiliation
You, have pointed out my flaws again as if I don't already see them
I'll walk with my head down trying to block you out 'cause I'll never impress you
I just wanna feel okay again
I'll bet you got pushed around, somebody made you cold
But the cycle ends right now 'cause you can't lead me down that road
And you don't know what you don't know
Someday I'll be living in a big old city
And all you're ever gonna be is mean
Someday I'll be big enough so you can't hit me
And all you're ever gonna be is mean
Why you gotta be so mean?
And I can see you years from now in a bar, talking over a football game
With that same big loud opinion but nobody's listening
Washed up and ranting about the same old bitter things
Drunk and grumbling on about how I can't sing
But all you are is mean
All you are is mean and a liar and pathetic and alone in life
And mean, and mean, and mean, and mean
But someday I'll be living in a big old city
And all you're ever gonna be is mean, yeah
Someday, I'll be big enough so you can't hit me
And all you're ever gonna be is mean
Why you gotta be so mean?
Someday, I'll be, living in a big old city
(Why you gotta be so mean?)
And all you're ever gonna be is mean
(Why you gotta be so mean?)
Someday, I'll be big enough so you can't hit me
(Why you gotta be so mean?)
And all you're ever gonna be is mean
Why you gotta be so mean?
Cahaya syurga ada disana
Gambar diatas hanya salah satu bagian dari kampus birru SMAN 1 Padang Panjang, sebenarnya saya lebih suka menyebutnya kampus Birru pondok pesantren SMAN 1 Padang Panjang.
Dan cerita berikut hanyalah sepotong cerita mengenai pelajaran berharga yang saya dapatkan selama menempuh pendidikan di pesantren yang sangat luar biasa ini. Mungkin bagi orang-orang yang belum bergabung dengan keluarga besar pesantren ini tidak bisa merasakan betapa beruntungnya menjadi bagian dari pesantren ini.
Jujur, di Pesantren inilah saya baru mengetahui bagaimana hidup ber-Islam yang benar. Disini saya menemukan wajah-wajah para calon penghuni syurga. Dipenghujung malamnya mereka khuyuk berdo'a memohon ampunan kepada Allah, menangis bercucuran air mata. Ketika siangnya, mereka menyibukkan diri untuk menuntut ilmu dengan niat karena Allah untuk kebaikan bangsa dan negara mereka. . . hmmm.. sungguh luar biasa. . .
Ketika dunia luar sudah mulai gelap dan kau tidak mampu menggapai apa-apa, disini kau masih bisa menemukan cahaya syurga
Ketika diluar para remaja sibuk dengan urusan dunia, disini kau bisa melihat para pemuda yang tak lupa dengan akihratnya
ketika jiwamu terasa kering dan hampa, mampirlah kesini untuk menyirami dan memulihkannya
Jujur, di Pesantren inilah saya baru mengetahui bagaimana hidup ber-Islam yang benar. Disini saya menemukan wajah-wajah para calon penghuni syurga. Dipenghujung malamnya mereka khuyuk berdo'a memohon ampunan kepada Allah, menangis bercucuran air mata. Ketika siangnya, mereka menyibukkan diri untuk menuntut ilmu dengan niat karena Allah untuk kebaikan bangsa dan negara mereka. . . hmmm.. sungguh luar biasa. . .
Ketika dunia luar sudah mulai gelap dan kau tidak mampu menggapai apa-apa, disini kau masih bisa menemukan cahaya syurga
Ketika diluar para remaja sibuk dengan urusan dunia, disini kau bisa melihat para pemuda yang tak lupa dengan akihratnya
ketika jiwamu terasa kering dan hampa, mampirlah kesini untuk menyirami dan memulihkannya
Disini tidak ada cahaya semu, Karena disini selalu ada cahaya illahi yang akan selalu menyertai setiap helaan nafasmu, setiap detak jantungmu dan setiap aliran darahmu
"Jalan sunyi"
oleh "Martina Rahmi"
(Semoga bermanfaat)
Jalan menuju tuhan acap kali asing di mata kita, kalaupun bukan kita salah pahamkan. Para pejalan yang melintasinya akan menemukan kesunyian, tercampak dari orang ramai meskipun sang pejalan tak lelah-lelahnya merengkuh mereka.
Shalat kali ini adalah kesekian kalinya ku akhiri dengan tundukan terdalam. Mencoba mengurai benang-benang kenangan yang tampaknya sudah kusut. Mencari secuil harapan, semoga kutemukan simpul untuk membantu menguatkan. Mengapa setiap waktu tidak pernah sama? Ada saja yang menghilang tercecer tanpa tersadari. Mana semangat itu? Kemana aku harus memintanya?
Teringat momen-momen indah saat dikenalkan dengan jalan ini. Jalan orang-orang yang tampak tak pernah lelah, tegar menapak lurus menuju jalan Allah. Sayap-sayap jiwa begitu ingin kukepakkan ke puncak dunia, mengabarkan kepada angin panas gurun sahara, sungai-sungai bening di Venezia dan hutan-hutan Arizona, betapa indah dan agungnya Dia. Siulan demi siulan, nyanyian demi nyanyian, seruan demi seruan... terus ku melambung tinggi berani membelah pelangi dan tak jarang harus menantang awan kelabu.
Kemudian setelah beberapa lama, kulihat kebelakang tapak-tapak yang telah kulalui. Ya Tuhan, tak ada yang berubah atau perubahan itu begitu samar sehingga tak tampak dimata siapa saja. Tak ada yang peduli, apalagi menyalakan sumbu lentera di rumahnya.
Aku terengah-engah mengenggam napas satu demi satu. Penat. Berair mata. Apakah ini sia-sia? Maka kumohon, izikan aku bersandar sebentar dipohon plum tua ini. Biarkan dulu aku sembunyi... aku masih terlalu takut untuk bermimpi lagi.
Dan dimana mereka? Mereka yang dulu selalu menawarkan bunga. Yang membawakanku manisan cherry sambil bercerita tentang kisah-kisah pesaudaraan yang menakjubkan. Saat itu aku begitu percaya. Entah sekarang, kukira aku perlu memikirkannya lagi.
Atau apakah karena mereka menganggap bahwa kau sudah punya sayap sehingga ta memerlukan siapapun lagi? Seandainya mereka tahu, ingin kubisikkan, sayap ini tak selalu sempurna, ada luka-luka disetiap sudut-sudutnya. Seandainya mereka bisa merasakan, tidak hanya memerlukan sayap untuk terbang tinggi, tapi juga hati.
Beginikah memang suratannya, bahwa disini tidak ada ingar-bingar menggegapgempitakan telinga. Bahwa aku harus kuat melebihi kekuatanku sendiri sehingga aku tak boleh meminta pada manusia. Hanya memberi,memberi dan memberi. Beginikah wahai Allah, rasanya jalan menuju Surga-Mu?
Bila benar, aku mohon tunjuki pada arah jalan-Mu. Biarkan aku untuk menjadi bagian yang menegakkannya, seletih apapun itu. Jangan biarkan gerak-gerak kecewa hembusan setan meluluh lantakkan secabik iman. Kuatkan aku untuk terus berjalan dengan telapak berdarah namun dengan mata terbuka agar selalu kulihat keindahan kasih sayang-Mu. Pada tiap tetes duka, tiap sayat rindu, tiap lara sendu, tiap perih sepi, aku tahu Engkau punya segala jawabnya. Maka ajarilah aku untuk mengerti bahasa-Mu.
Bila untuk memenangkan cahaya-Mu, aku harus menjadi orang terasing dalam kedinginan salju beku, biarlah begitu. Bila nanti ada saatnya akan hanya ada satu orang yang bertahan dalam kesendirian menekuri kalimat-Mu, bersabar dikesepian jalan-Mu, ketika dunia menganggap ia dan mimpinya adalah pasangan gila sejati, maka izinkanlah itu aku.
Dan tolong sampaikan wahai Rabb yang menguasai hamba-hamba-Nya, salamku pada musafir-musafir pejuang agama-Mu yang ergerak dengan sunyi, yang kokoh dalam hancurnya hati, yang terus memberi tanpa henti. Merekalah manusia-manusia terpilih yang tak kan kau biarkan sendiri. Laa takhaf wa laa tahzan! Jangan takut dan jangan bersedih. Sungguh, ada Allah, kepadanya kita berharap dan Dialah sahabat yang selalu dekat.
Sekeping hati dibawa berlari
Jauh melalui jalan yang sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang.
(Semoga bermanfaat)
Jalan menuju tuhan acap kali asing di mata kita, kalaupun bukan kita salah pahamkan. Para pejalan yang melintasinya akan menemukan kesunyian, tercampak dari orang ramai meskipun sang pejalan tak lelah-lelahnya merengkuh mereka.
Shalat kali ini adalah kesekian kalinya ku akhiri dengan tundukan terdalam. Mencoba mengurai benang-benang kenangan yang tampaknya sudah kusut. Mencari secuil harapan, semoga kutemukan simpul untuk membantu menguatkan. Mengapa setiap waktu tidak pernah sama? Ada saja yang menghilang tercecer tanpa tersadari. Mana semangat itu? Kemana aku harus memintanya?
Teringat momen-momen indah saat dikenalkan dengan jalan ini. Jalan orang-orang yang tampak tak pernah lelah, tegar menapak lurus menuju jalan Allah. Sayap-sayap jiwa begitu ingin kukepakkan ke puncak dunia, mengabarkan kepada angin panas gurun sahara, sungai-sungai bening di Venezia dan hutan-hutan Arizona, betapa indah dan agungnya Dia. Siulan demi siulan, nyanyian demi nyanyian, seruan demi seruan... terus ku melambung tinggi berani membelah pelangi dan tak jarang harus menantang awan kelabu.
Kemudian setelah beberapa lama, kulihat kebelakang tapak-tapak yang telah kulalui. Ya Tuhan, tak ada yang berubah atau perubahan itu begitu samar sehingga tak tampak dimata siapa saja. Tak ada yang peduli, apalagi menyalakan sumbu lentera di rumahnya.
Aku terengah-engah mengenggam napas satu demi satu. Penat. Berair mata. Apakah ini sia-sia? Maka kumohon, izikan aku bersandar sebentar dipohon plum tua ini. Biarkan dulu aku sembunyi... aku masih terlalu takut untuk bermimpi lagi.
Dan dimana mereka? Mereka yang dulu selalu menawarkan bunga. Yang membawakanku manisan cherry sambil bercerita tentang kisah-kisah pesaudaraan yang menakjubkan. Saat itu aku begitu percaya. Entah sekarang, kukira aku perlu memikirkannya lagi.
Atau apakah karena mereka menganggap bahwa kau sudah punya sayap sehingga ta memerlukan siapapun lagi? Seandainya mereka tahu, ingin kubisikkan, sayap ini tak selalu sempurna, ada luka-luka disetiap sudut-sudutnya. Seandainya mereka bisa merasakan, tidak hanya memerlukan sayap untuk terbang tinggi, tapi juga hati.
Beginikah memang suratannya, bahwa disini tidak ada ingar-bingar menggegapgempitakan telinga. Bahwa aku harus kuat melebihi kekuatanku sendiri sehingga aku tak boleh meminta pada manusia. Hanya memberi,memberi dan memberi. Beginikah wahai Allah, rasanya jalan menuju Surga-Mu?
Bila benar, aku mohon tunjuki pada arah jalan-Mu. Biarkan aku untuk menjadi bagian yang menegakkannya, seletih apapun itu. Jangan biarkan gerak-gerak kecewa hembusan setan meluluh lantakkan secabik iman. Kuatkan aku untuk terus berjalan dengan telapak berdarah namun dengan mata terbuka agar selalu kulihat keindahan kasih sayang-Mu. Pada tiap tetes duka, tiap sayat rindu, tiap lara sendu, tiap perih sepi, aku tahu Engkau punya segala jawabnya. Maka ajarilah aku untuk mengerti bahasa-Mu.
Bila untuk memenangkan cahaya-Mu, aku harus menjadi orang terasing dalam kedinginan salju beku, biarlah begitu. Bila nanti ada saatnya akan hanya ada satu orang yang bertahan dalam kesendirian menekuri kalimat-Mu, bersabar dikesepian jalan-Mu, ketika dunia menganggap ia dan mimpinya adalah pasangan gila sejati, maka izinkanlah itu aku.
Dan tolong sampaikan wahai Rabb yang menguasai hamba-hamba-Nya, salamku pada musafir-musafir pejuang agama-Mu yang ergerak dengan sunyi, yang kokoh dalam hancurnya hati, yang terus memberi tanpa henti. Merekalah manusia-manusia terpilih yang tak kan kau biarkan sendiri. Laa takhaf wa laa tahzan! Jangan takut dan jangan bersedih. Sungguh, ada Allah, kepadanya kita berharap dan Dialah sahabat yang selalu dekat.
Sekeping hati dibawa berlari
Jauh melalui jalan yang sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang.
Tips dan Trik nyari Beasiswa di FKUI
Gimana sih cara gampang cari info beasiswa di FKUI??
hmmm,, sebenarnya cara gampang buat dapat beasiswa di FKUI itu gampang..
Pertama,, kamu harus rajin buka web mahasiswa.ui.ac.id Biasanya setiap info mengenai beasiswa paling update ada di web ini...
Kedua, bergabunglah dengan grup fb #Beasiswa untuk FKUI. Biasanya departemen kesma SMIKM FKUI akan nge-post info mengenai beasiswa terbaru...
Ketiga, Rajin-rajinlah bertanya sama Mbak Emidi TU,,,
keempat, info beasiswa juga bisa diliat di mading yang khusus buat nempel info beasiswa...
Pokoknya kalau mau dapet info mengenai beasiswa, kamu sendiri juga harus aktif mencari. Manfaatkanlah kemudahan-kemudahan yang telah diberikan FKUI melalui kesma dan TU...
Nah,, setelah tau infonya, liat dulu persyaratan-persyaratannya. Lalu kumpulkan berkas-berkas persyaratn secepat mungkin trus kumpulin deh ke TU...
Gampang kan???
hmmm,, sebenarnya cara gampang buat dapat beasiswa di FKUI itu gampang..
Pertama,, kamu harus rajin buka web mahasiswa.ui.ac.id Biasanya setiap info mengenai beasiswa paling update ada di web ini...
Kedua, bergabunglah dengan grup fb #Beasiswa untuk FKUI. Biasanya departemen kesma SMIKM FKUI akan nge-post info mengenai beasiswa terbaru...
Ketiga, Rajin-rajinlah bertanya sama Mbak Emidi TU,,,
keempat, info beasiswa juga bisa diliat di mading yang khusus buat nempel info beasiswa...
Pokoknya kalau mau dapet info mengenai beasiswa, kamu sendiri juga harus aktif mencari. Manfaatkanlah kemudahan-kemudahan yang telah diberikan FKUI melalui kesma dan TU...
Nah,, setelah tau infonya, liat dulu persyaratan-persyaratannya. Lalu kumpulkan berkas-berkas persyaratn secepat mungkin trus kumpulin deh ke TU...
Gampang kan???
Jumat, 21 Oktober 2011
Back to december (Taylor Swift)
I’m so glad you made time to see me
How’s life, tell me how’s your family?
I haven’t seen them in a while
You’ve been good, busier than ever
We small talk, work and the weather
Your guard is up and I know why
Because the last time you saw me
I still burned in the back of your mind
You gave me roses and I left them there to die
So this is me swallowing my pride
Standing in front of you saying I’m sorry for that night
And I go back to December all the time
It turns out freedom ain’t nothing but missing you
Wishing I’d realized what I had when you were mine
I’d go back to December turn around and make it all right
I’d go back to December all the time
These days I haven’t been sleeping
Staying up playing back myself leaving
When your birthday passed and I didn’t call
Then I think about summer all the beautiful times
I watched you laughing from the passenger side
And realized I loved you in the fall
And when the cold came, the dark days
When fear crept into my mind
You gave me all your love and all I gave you was goodbye
So this is me swallowing my pride
Standing in front of you saying I’m sorry for that night
And I go back to December all the time
It turns out freedom ain’t nothing but missing you
Wishing I’d realized what I had when you were mine
I’d go back to December turn around and change my own mind
I’d go back to December all the time
I miss your tan skin, your sweet smile, so good to me, so right
And now you held me in your arms that September night
The first time you ever saw me cry
Maybe this is wishful thinking
Probably mindless dreaming
If you loved again I swear I’d love you right
I’d go back in time and change it but I can’t
So if the chain is on your door, I understand
But this is me swallowing my pride
Standing in front of you saying I’m sorry for that night
And I go back to December
It turns out freedom ain’t nothing but missing you
Wishing I’d realized what I had when you were mine
I’d go back to December turn around and make it all right
I’d go back to December turn around and change my own mind
I’d go back to December all the time
All the time
How’s life, tell me how’s your family?
I haven’t seen them in a while
You’ve been good, busier than ever
We small talk, work and the weather
Your guard is up and I know why
Because the last time you saw me
I still burned in the back of your mind
You gave me roses and I left them there to die
So this is me swallowing my pride
Standing in front of you saying I’m sorry for that night
And I go back to December all the time
It turns out freedom ain’t nothing but missing you
Wishing I’d realized what I had when you were mine
I’d go back to December turn around and make it all right
I’d go back to December all the time
These days I haven’t been sleeping
Staying up playing back myself leaving
When your birthday passed and I didn’t call
Then I think about summer all the beautiful times
I watched you laughing from the passenger side
And realized I loved you in the fall
And when the cold came, the dark days
When fear crept into my mind
You gave me all your love and all I gave you was goodbye
So this is me swallowing my pride
Standing in front of you saying I’m sorry for that night
And I go back to December all the time
It turns out freedom ain’t nothing but missing you
Wishing I’d realized what I had when you were mine
I’d go back to December turn around and change my own mind
I’d go back to December all the time
I miss your tan skin, your sweet smile, so good to me, so right
And now you held me in your arms that September night
The first time you ever saw me cry
Maybe this is wishful thinking
Probably mindless dreaming
If you loved again I swear I’d love you right
I’d go back in time and change it but I can’t
So if the chain is on your door, I understand
But this is me swallowing my pride
Standing in front of you saying I’m sorry for that night
And I go back to December
It turns out freedom ain’t nothing but missing you
Wishing I’d realized what I had when you were mine
I’d go back to December turn around and make it all right
I’d go back to December turn around and change my own mind
I’d go back to December all the time
All the time
Rabu, 19 Oktober 2011
Temanku, Saudaraku
Aku dan Indah sudah berteman sejak kami duduk dibangku sekolah dasar. Indah temanku adalah anak yang periang, tegar, rajin beribadah dan selalu tersenyum. Aku banyak belajar darinya.
Kehidupan kami memang sangat berbeda, aku adalah anak yang bisa dibilang berasal dari keluarga yang berkecukupan. Sementara temanku indah. . . .
Biasanya kalau pulang sekolah indah harus membantu orangtuanya mencari nafkah.
“Apa kalian pernah melihat anak-anak kecil membawa kaleng kosong dan bernyanyi dijalan raya ketika lampu merah?” Nah, itulah yang dilakukan temanku indah. Terkadang aku juga sering ikut mengamen bersamanya. Kita panas-panasan bersama, menyanyi bersama dan tertawa bersama.
Ketika mulai masuk SMP indah lah yang pertama kali mengajariku mengenakan kerudung. Dan ketika tanganku berdarah karena tertusuk jarum waktu mengenakan kerudung, dia ada disampingku untuk mengobati lukaku. Kenapa indah? Karena dari lahir aku tidak pernah melihat wajah ibuku. Kata ayah ibuku sangat cantik seperti aku... J
Masa SMP pun berlalu dan kami juga menjadi semakin dewasa untuk memandang dunia ini. Aku semakin menyadari bahwa aku sangat membutuhkan temanku indah. Banyak kenangan indah dan pahit yang telah kulalui bersamanya. Bagiku dia lebih dari sekedar teman, dia sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri.
Hal yang membuat hatiku luluh lantak adalah ketika aku harus melanjutkan pendidikan ke sebuah Universitas ternama, sementara saudaraku indah harus bekerja menggantikan ibunya yang sudah semakin tua. Aku semakin merasa sedih ketika aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk saudaraku itu. Aku tidak bisa memaksanya untuk tetap melanjutkan kuiahnya karena 3 adiknya yang masih kecil juga membutuhkan kehidupan...
Hari itu aku harus pergi untuk menggapai impianku, dengan bercucuran air mata ku peluk indah dengan kuat. Aku berjanji untuk menjadi orang yang sukses, dan berharap kelak biaa meringankan bebannnya. Kami berjanji untuk tetap saing berkomunikasi dengan berkirim surat. Indah menitipkan cita-citanya yang tak kunjung tercapai kepadaku. Kamipun semakin larut dalam keharuan perpisahan tersebut....
***
Hari ini adalah hari kelulusanku di perguruan tinggi. Aku merasa sangat bersyukur karena masa-masa perkuliahan kulalui dengan mudah dan 2 bulan sebelum wisuda aku sudah mendapat jaminan untuk bisa bekerja disebuah perusahaan besar. Dalam hati aku berjanji untuk memberikan gaji pertamaku untuk ayahku dan saudaraku indah. Aku belum memberi kabar gembira ini kepada indah, karena sudah dua bulan berlalu dia belum juga membalas suratku, tak biasanya hal ini terjadi. Aku merasa cemas tapi aku tetap berusaha berpikir positif bahwa itu terjadi karena dia memang sedang sibuk. Aku tetap menunggu balasan suratnya yang tak kunjung datang, , , ,
Acara wisuda hari ini berangsung dengan lancar, penuh dengan gelak tawa, rasa syukur dan tangis bahagia. Andai saja indah juga bisa merasakan hal yang sama. . . . . .
Setelah acara wisuda selesai ayah mengajakku pulang ke rumah. Aku sudah tidak sabar menceritakan apa yang sudah kuraih selama ini kepada indah. Sepanjang perjalanan aku berharap bisa berkumpullagi dengan saudaraku itu.
Setelah dua hari di perjalanan, aku dan ayah sampai dirumah. Dengan menghiraukan rasa lelahku diperjalanan, akupun langsung menuju rumah indah sambil membawa toga. Aku ingin melihat dia mengenakannya. . . .
Ketika sampai dirumahnya, yang membukakan pintu pertama kali buka indah tapi adiknya, Tia. Aku pun langsung menyampaikan tujuanku datang kesana dengan penuh semangat. Tapi kemudian Tia langsung memelukku dengan bercucuran air mata. Aku heran apa yang terjadi padanya. Perasaanku langsung berubah kacau dan cemas tak karuan. “Ada apa Tia? Apa yang sudah terjadi?”. Tia terbata-bata menjawab pertanyaanku sambil bercucuran air mata, “Mbak Indah udah diambi oleh Yang Maha Kuasa Mbak”. Mendengar hal tersebut tulangku rasanya remuk, tubuhku langsung lemas, akupun terduduk dan tak mampu lagi membendung air mataku higga membasahi kerudungku. “Tidak mungkin, kenapa tidak ada yang memberi tahuku “. Aku hanya mampu menangis. Bayangan indah semakin nyata dihadapanku, teringat kembali tentang kebaikan-kebaikannya, tawanya, candanya. . . . “Tuhan, aku tidak sanggup menghadapi kenyataan ini”. Aku merasa sangat sedih dan terpukul. Dipenghujung usianya aku belum sempat membuatnya bahagia. . . Hatiku hancur, remuk. . .
Selasa, 18 Oktober 2011
Langganan:
Komentar (Atom)
